Diakah Hidayah? (Real Story)

Waktu itu jam 9 pagi, aku masih melakukan rutinitas seperti biasa, hingga tiba-tiba datang sesosok yang entah aku tak bisa mendiskripsikan seperti apa itu. Yang pasti dia bukan manusia. Kemudian dia memberitahuku bahwa nanti jam 12 siang, selepas sholat dhuhur aku akan meninggal. Kira-kira bagaimana perasaanmu kalau saat itu berada di posisiku. Sementara engkau hanya …

Continue reading Diakah Hidayah? (Real Story)

Advertisements

Jika Engkau Sudah Berkeluarga

Jika engkau sudah berumah tangga... Hidupmu sudah bukan hanya menjadi hidupmu sendiri lagi,melainkan hidup kalian bersama Jika engkau sudah berumah tangga... Masalahmu sudah bukan masalahmu sendiri lagi, melainkan masalah kalian bersama Jika engkau sudah berumah tangga... Keluargamu sudah bukan menjadi tanggungjawabmu sendiri lagi, melainkan tanggung jawab kalian bersama Jika engkau sudah berumah tangga... Kebutuhanmu sudah …

Continue reading Jika Engkau Sudah Berkeluarga

Tentang Pernikahan

Tentang pernikahan...... Mayoritas orang berfikir menikah adalah tentang bunga-bunga indah yang bermekaran dan menebar keharuman setiap harinya. Padahal yang sesungguhnya, ada duri-duri kecil dan tajam yang ada dibalik itu semua. Tinggal bagaimana kita melihat duri-duri itu. Menganggapnya sebagai sesuatu yang menguatkan dan menjaga kita, atau justru sebagai sesuatu yang dapat melukai. Tentang pernikahan...... Sebagian dari …

Continue reading Tentang Pernikahan

Pertanyaan Tentang Kehadiran

Setelah menikah, ada sebuah pertanyaan yang ternyata lebih menyakitkan daripada sekedar pertanyaan "Kapan nikah". Sebuah pertanyaan yang bahkan engkau tak punya kuasa untuk mengusahakan kapan jawaban itu bisa ditemukan, tak semudah seperti jodoh yang ketika ada orang berniat serius bisa engkau tantang langsung untuk menemui orang tua dan menikahimu. Pertanyaan yang hanya Allah sebagai sang …

Continue reading Pertanyaan Tentang Kehadiran

Happy First Anniversary Banana

Setahun yang lalu.... Tepatnya hari ketiga di bulan ke sembilan. Satu episode baru dengan orang-orang dan cerita yang baru pula. Semua bermula sejak dengan fasih kau halalkan aku dalam satu tarikan nafasmu, mengucap akad di depan orang tua dan banyak mata yang menjadi saksi. Aku resmi menjadi istrimu di usiaku yang ke-24 tahun. Air mata …

Continue reading Happy First Anniversary Banana

Peran Aktif Orang Tua dalam Pendidikan Anak di Era Teknologi

“Banyak yang siap menikah, tapi tidak banyak yang siap menjadi orang tua” Sepertinya kata-kata ini tepat untuk menggambarkan fenomena di era perkembangan teknologi yang semakin pesat ini. Perkembangan jaman yang tanpa sadar membuat orang tua mulai menggantungkan kebutuhan dan pendidikan anaknya pada teknologi. (Sumber : harianindo.com) Pernahkah kita menjumpai keluarga atau tetangga kita yang ketika …

Continue reading Peran Aktif Orang Tua dalam Pendidikan Anak di Era Teknologi

Surat Untuk Malaikat

Aku selalu kehabisan kata setiap kali menempatkanmu sebagai subjek tulisanku. Rasanya sebanyak apapun perbendaharaan kata yang aku punya, seakan tak cukup untuk melukiskan sosok mulia sepertimu. Ini mungkin bukan tulisan pertamaku untuk mengabadikan kisahmu yang luar biasa selama memerankan tokoh yang dipercaya Allah di dunia. Tokoh sebagai Ibuku yang luar biasa. Anggap saja ini adalah …

Continue reading Surat Untuk Malaikat

I’m Not Idiot Boy (Part 4)

Hasan menuju ruang pengurus untuk dengan mantap mendaftar audisi da’i cilik. Beberapa anak nampak kaget dengan mendaftarnya Hasan dalam audisi itu. Selama ini yang anak-anak tahu Hasan tidak begitu pandai dalam berinteraksi atau bahkan tampil di depan. “Hey Hasan…kamu ikut audisi?” Tanya temannya yang menghampiri saat Hasan meninggalkan tempat pendaftaran. Hasan menghentikan langkahnya namun dia …

Continue reading I’m Not Idiot Boy (Part 4)

I’m Not Idiot Boy (part 3)

Malam itu di beranda kamar Hasan. Saat segala aktifitas pesantren sudah selesai dan tiba waktu untuk beristirahat sejenak Hasan duduk di beranda kamarnya, merasakan sejuknya angin malam yang menyeka lewat sela-sela rambutnya. Hasan mengamati suasana sekitar pesantren. Hasan yang sebelumnya hanyut dalam lamunan akan kerinduannya pada sang bunda bergegas menuju kamar Kak Seno. Hasan mengetuk …

Continue reading I’m Not Idiot Boy (part 3)

I’m Not Idiot Boy (part 2)

Selesai mengurus administrasi Hasan mengantar bunda dan ayahnya ke mobil depan. Bunda mencium kening dan pipi Hasan seakan berat meninggalkan Hasan di pesantren itu tanpanya. Hasan mencium tangan bunda dan ayahnya. Dan perlahan mobil orang tua Hasan meninggalkan halaman, Hasan hanya bisa menatapnya samar dari kejauhan, mengamati semak-semak yang menenggelamkannya dari pandangan Hasan yang terbatas. …

Continue reading I’m Not Idiot Boy (part 2)